Jumat, 16 Mei 2014

I Swear This Time I Mean It

Oh angin, tenanglah malam ini
Jangan kau ganggu kekasihku 
Lihatlah, betapa tenangnya dia 

Kau harus membantuku
Dan hitunglah bintang-bintang biar membentuk garis
Dan temukan kata-kata yang kan terus kita nyanyikan
Aku ingin membuatnya terus bermimpi
Inilah satu-satunya permintaanku, takkan kulupakan

Aku memang kuno, terlalu dimuliakan
Pagi tampak masih begitu jauh

Maka kan kunyanyikan sebuah melodi
Dan berharap pada Tuhan semoga dia mendengarkannya
Tertidur nyenyak saat aku bernyanyi
Dan aku kan jadi kenanganmu
Ninabobomu selamanya
Berharap suaraku bisa bereskan semua ini






Jika keberuntungan memihakku malam ini

Lidahku yang canggung kan bereskan semua ini 
Dan pergelangan tangan yang bersentuhan
Memang tak banyak, tapi cukup
Untuk membentuk garis khayalan

 
Lupakan lukamu, kita kan lupakan lukaku
Jam berubah begitu cepat
Oh Tuhan, buatlah ini abadi

Kau bisa meluluhlantakkanku
Tolong jangan hancurkan aku
Karena kasih, aku seorang pemimpi
Dan aku takkan mengecewakanmu
Sumpah, kali ini aku sungguh-sungguh



Selasa, 06 Mei 2014

Hey ven

Hey ven
4 tahun kitalah dunia
4 tahun kitalah bahagia
4 tahun kitalah derita
4 tahun adalah surga

hitam putih potret duniawi kita pelajari
mendengar tawa, melihat pedih
sang waktu bergerak, kita terhempas
cepat, damai namun luluh lantak
menghantam tulang rusuk, patah tenggelam dalam air mata

Hey ven
kitalah dua bocah yang meretas menuju dewasa
mencoba memecahkan cangkang ego, namun tak kuasa
terbaring lemah, dalam penyesalan
menciptakan kata, seperti pisau

aku terbangun oleh dua hal dalam kekacauan indah ini
penyesalan, keikhlasan
menyadari yang tlah berlalu,
menerima vennia, bersenandung dengan pangeran yang baru

Hey ven ............


Kamis, 24 April 2014

Fiksi Dan Adipati

Dirimu mungkin sebuah candu
Sosok nyata, namun tak tergapai
Hariku adalah namamu
Hidupku adalah keras hatimu
Dan aku hidup, untuk memuja orang yg seperti mati
Kaku mebisu, diam seribu bahasa tanpa hembus

Semua tentangmu hanyalah fiksi
Selamanya akan menjadi siluet fatamorgana
Terlihat, namun tak ku sentuh

Cinta selalu berakhir dengan memiliki dan tak memiliki
Fakta tak terbantah, untuk diresap dengan logika
Dan pada akhirnya
Ikhlas lah yg berkumandang lirih

Tuan puteri selamanya hanya jadi mimpi
Terbangun karena hembusan sang pangeran
Dan mereka berdua akan menghilang
Tenggelam dalam senja, dan menjadi mimpi
 Meninggalkan gores, untuk adipati yang menjadi kunarpa

Kamis, 17 April 2014

Artmetika Cinta, Dalam Beda

Cinta dibentuk oleh satu jiwa yang dihuni dua raga
Dalam ilmu Artmetika Cinta, 
Satu tambah satu sama dengan segalanya, 
Dan dua dikurangi satu sama dengan tidak ada ..

Cinta dirajut oleh dua manusia yang berbeda
Terjalin oleh pemikiran yang sama
Larut oleh dua darah dalam satu romansa

Ketika beda adalah halanganmu untuk menyambutku
Mengapa pelangi bisa terlihat indah dengan perbedaannya?
Mengapa bintang begitu menyatu dengan langit yang gelap?
Mengapa kanvas kosong menjadi hidup dengan cat warnanya?

Selamat melihat pelangi dengan warna merah
Selamat memandang bintang ditengah sang siang
Selamat menatap kanvas putih, kosong, mati tanpa warna




Jumat, 28 Maret 2014

Cinta Bernaluri

Lintang senyum dalam bibir
Cantik yang tak terbantah
Murni estetika

Sang penakluk hati, dengan tebasan senyuman
Ketika Plato berbicara pemahaman
Maka aku akan berbicara pengharapan
Pengharapan nyata, semu dalam hasil

Teori cinta selalu mengajarkan
Si cantik adalah pemenang
Si tampan adalah pemenang
Saat mereka bertemu, dunia dalam genggaman

Dimana yang buruk bukan pemenang
Bukan pemilik sejati sebuah lintang senyum itu

Biarkan pengharapan selalu menjadi beban
Biarkan pengharapan meredup dalam terangmu
Biarkan pengharapan mati dalam khayal

Karena cinta, bernaluri
Akan selalu bernyawa,
Tanpa pemilik sejati


Kamis, 27 Maret 2014

Jatuh Cinta Dalam Rahasia

Hei..
Kekasih impian dalam asa
Kekasih impian dalam dimensi maya
Kekasih impian yang hanya jadi impian

Dalam senyum aku memandang
Sebuah raut wajah yang ku tatap disebuah timeline
Angan terbang pada segaris senyum
Hati bertanya, seperti inikah maha besar Tuhan?

Detik selalu bertanya
Menit selalu tertawa geli
Diatas ruh yang biasa ini
Siapa aku?
Cinta dimensi maya yang tak wajar
Ruh biasa pengagum sebuah gambar
Yang terbaring pengecut dalam lingkaran rahasia
Pecandu cinta, dalam fatamorgana maya

 

Rabu, 26 Maret 2014

ABSURD

Hello batangers yang jomblo maupun tidak. Yang ngaku maupun tidak. Yang pura-pura maupun tidak. Yang penting, hanya Tuhan yang tau pastinya muehehe. Kembali ke mantan. Eh .. topik maksudnya. Bukannya topik udah pensiun? yelahhh .. itu mah taufik brohh
Jadi begini. Bukan begitu, apalagi begini begitu. Lau semua bosen ga sih ama drama / tayangan dilayar kaca?
Dari film yang tali pocong perawan. Dari yang pocongnya kena pergaulan bebas jadi ga perawan talinya.
Ampe punya anak namanya tuyul (yekali)
Apa harus gue bikin buku novel percintaan yang gak mainstreamnya itu greget. Contoh, cinta segitiga antara pocong, kuntilanak, dan genderuwo. Dimana pocong jatuh cinta ama kuntilanak, tapi kuntilanaknya udah terlanjur fall in love ama genderuwo, Sampai dimana ada adegan disebuah pantai di Bali (keren nih setan syuting di bali). Si pocong mengejar kuntilanak yang sedang memandang sunset bersama genderuwo. Hunting selfie dengan romantis menggunakan SLR dibawah mentari senja pantai kuta (soswit). Si pocong yang cintanya terlalu dalam, menyambangi kunti yang sedang bermesraan, namun naas dengan tangan yang terikat si pocong kesandung batok kelapa di pantai, mental ke laut dan terbawa arus sampai ke samudera hindia. Si pocong mati, kunti dan genderuwo hidup bahagia. TAMAT. Dramatis kan? Kalah cinta fitri.

Ada lagi sinetron-sinetron yang ada edisinya. dari 1-8. Kalo jaman gue kecil nama sinetronnya tersanjung. Sekarang ada, cinta fitri. Menurut gue, bikin sinetron itu ga harus beredisi kaya gitu. Misal di edisi pertama judulnya "EMAK KEPINGIN NAIK HAJI". edisi kedua judulnya "AKHIRNYA EMAK NAIK HAJI". edisi ketiga judulnya "EMAK NAIK HAJI LAGI" edisi keempat judulnya "EMAK MULU NAIK HAJI GUE KAPAN MAK?" hahaha maybe bisa ya kaya gitu :P

Sekian dulu deh di postingan gue yang berunsur paksaan ini. Paksaan eksistensi dunia maya. Kejammm..
Maap kalo garing ye tong. Pakein kuah aja kalo ga mau garing.