Jumat, 28 Maret 2014

Cinta Bernaluri

Lintang senyum dalam bibir
Cantik yang tak terbantah
Murni estetika

Sang penakluk hati, dengan tebasan senyuman
Ketika Plato berbicara pemahaman
Maka aku akan berbicara pengharapan
Pengharapan nyata, semu dalam hasil

Teori cinta selalu mengajarkan
Si cantik adalah pemenang
Si tampan adalah pemenang
Saat mereka bertemu, dunia dalam genggaman

Dimana yang buruk bukan pemenang
Bukan pemilik sejati sebuah lintang senyum itu

Biarkan pengharapan selalu menjadi beban
Biarkan pengharapan meredup dalam terangmu
Biarkan pengharapan mati dalam khayal

Karena cinta, bernaluri
Akan selalu bernyawa,
Tanpa pemilik sejati


0 komentar:

Posting Komentar