Lintang senyum dalam bibir
Cantik yang tak terbantah
Murni estetika
Sang penakluk hati, dengan tebasan senyuman
Ketika Plato berbicara pemahaman
Maka aku akan berbicara pengharapan
Pengharapan nyata, semu dalam hasil
Teori cinta selalu mengajarkan
Si cantik adalah pemenang
Si tampan adalah pemenang
Saat mereka bertemu, dunia dalam genggaman
Dimana yang buruk bukan pemenang
Bukan pemilik sejati sebuah lintang senyum itu
Biarkan pengharapan selalu menjadi beban
Biarkan pengharapan meredup dalam terangmu
Biarkan pengharapan mati dalam khayal
Karena cinta, bernaluri
Akan selalu bernyawa,
Tanpa pemilik sejati
Cantik yang tak terbantah
Murni estetika
Sang penakluk hati, dengan tebasan senyuman
Ketika Plato berbicara pemahaman
Maka aku akan berbicara pengharapan
Pengharapan nyata, semu dalam hasil
Teori cinta selalu mengajarkan
Si cantik adalah pemenang
Si tampan adalah pemenang
Saat mereka bertemu, dunia dalam genggaman
Dimana yang buruk bukan pemenang
Bukan pemilik sejati sebuah lintang senyum itu
Biarkan pengharapan selalu menjadi beban
Biarkan pengharapan meredup dalam terangmu
Biarkan pengharapan mati dalam khayal
Karena cinta, bernaluri
Akan selalu bernyawa,
Tanpa pemilik sejati

Cinta Bernaluri