Kamis, 24 April 2014

Fiksi Dan Adipati

Dirimu mungkin sebuah candu
Sosok nyata, namun tak tergapai
Hariku adalah namamu
Hidupku adalah keras hatimu
Dan aku hidup, untuk memuja orang yg seperti mati
Kaku mebisu, diam seribu bahasa tanpa hembus

Semua tentangmu hanyalah fiksi
Selamanya akan menjadi siluet fatamorgana
Terlihat, namun tak ku sentuh

Cinta selalu berakhir dengan memiliki dan tak memiliki
Fakta tak terbantah, untuk diresap dengan logika
Dan pada akhirnya
Ikhlas lah yg berkumandang lirih

Tuan puteri selamanya hanya jadi mimpi
Terbangun karena hembusan sang pangeran
Dan mereka berdua akan menghilang
Tenggelam dalam senja, dan menjadi mimpi
 Meninggalkan gores, untuk adipati yang menjadi kunarpa

0 komentar:

Posting Komentar